Potret sebuah jalan di kota Lahat

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri memotret salah satu ruas jalan di kota Lahat, terlihat seperti jalan yang ada di luar negeri. 


Mungkin hanya imajinasi saya saja ketika melihat foto ini seakan berada di luar negeri padahal ini jalan biasa di Kota Lahat.

Ribang Kemambang Tercinta - Bagian II

Sekarang mari saya ajak melihat taman rekreasi dan koleksi binatang. Dengan kondisi yang ada sekarang, maka ada tempat rekreasi dan sekitar 5 saja koleksi binatang yang terdiri dari jenis unggas, primata, buaya.
 

Tidak banyak yang saya dapatkan, hanya melihat bangunan tua yang kotor saja dan jalan setapak yang dipenuhi rumput.


Patung gajah yang sempat saya abadikan ketika masuk ke dalam tempat rekreasi, seperti patung yang sudah ada di zaman 100 tahun dahulu yang berada di tengah hutan yang sangat lebat.



Mulai dari sini, dari tempat ini saya mulai merasakan kesedihan yang sangat dalam, hampir dengan air mata melihat kondisi yang ada.



Jalan setapak yang akan anda lalui ketika melewati jalur rekreasi,


Dulunya ini adalah salah satu tempat burung, sekarang hanya tempat semak belukar saja.



Saya menemukan hal menarik, mungkin ada beberapa dari teman-teman yang mengerti kenapa ada patung besi naga bersayap disini?



Ayo sadar, ayo sadar, kalau bukan kita siapa lagi? Ini hanya sebuah sampah kecil yang anda minum dan anda sangat sungkan untul membuangnya ke kotak sampah.


Berikut adalah kandang buaya yang ada sejak lama sekali, sangat minim akan pemugaran. Awalnya saya mengira tidak ada buaya yang hidup ditempat ini. Maka saya sangat terkejut ketika ada satu buaya yang hidup bersama sampah sampah para pengunjung.





Mari kita saling menjaga kehidupan, kita sama-sama makhlik ciptaan Tuhan dan mari kita sayangi mereka.







Sampah , saya seperti sampah yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan mereka


















Burung mati, burung hantu yang telah mati beserta kandangnya yang kosong







Pedulikah anda?


Ribang Kemambang Tercinta - Bagian I

Selamat siang saudaraku jeme kite gale. Ayo mari kita sama-sama membuat kemajuan signifikan untuk Kabupaten Lahat tercinta kita. 

Hebat sekali saat ini Lahat telah membuka banyak lahan batubara, dengan itu mungkin pendapatan daerah akan semakin tinggi. Tapi apakah benar-benar berimbang dengan slogan "Sayangi lahat" yang saat ini dicanangkan oleh Bupati Lahat?

Mari saya ajak melihat salah satu aset yang telah dibangun semenjak tahun 90-an ini :


Saya begitu mencintai kota ini, sehingga saat saya datang, saya melihat pesatnya pembangunan yang terjadi. Hati ini tidak sabar melihat salah satu aset lama kota kita ini, ya!! Ribang Kemambang, salah satu semangat berwisata dan rekreasi keluarga. Perkiraan saya ribang kemambang akan sangat maju pertumbuhan perkembangannya karena indikator pertumbuhan kota yang saya lihat. Tapi dengan apa yang saya lihat bahwa tidak sesuai dengan harapan saya.

Foto diatas adalah saksi bisu saat jam 09.00 WIB pagi saya berangkat dan menemukan bahwa tidak ada satu pun penjaga menjaga gerbang masuk.


Saat pagi itu saya hanya menemukan satu gedung kecil dengan pintu terbuka, saya berharap ada petugas di dalam kantor ini. Namun apa daya, ternyata benar-benar kosong seperti kantor yang tidak diurus, sebenarnya kantor ini apabila ditempati dan dirawat maka akan sangat menyenangkan bekerja, digaji dan melayani masyarakat.



Beberapa saat saya  mengucapkan salam dan tidak ada jawaban, maka saya bernikan diri untuk masuk.


Sedih, saya benar-benar sedih, tidak tahu pegawai dari institusi mana yang bekerja disini. Benar begini kondisi yang ada dan tidak saya dapati orang satupun ditempat ini.


Benar-benar sebuah gedung kecil kosong tanpa orang. Oke ini baru didekat pintu gerbang masuk saja.
Mari kita lanjut lagi.


Begitu asri saya rasakan saat berjalan di jalan aspal ini, mungkin didalam sana bisa saya temukan beberapa hala yang membuat saya senang dan rileks, memang karena Ribang Kemambang merupakan tempat buat rileks, benar nggak??




 Beberapa foto diatas adalah foto dari rumah adat khas Kabupaten Lahat, yaitu rumah panggung. Sangat terawat kondisinya, namun dibawah rumah ini banyak sekali sampah. Mungkin beberapa sahabat yang berkesempatan mengunjunginya mari kita bersihkan. Kita baru sampai  di daerah jalan setapak tadi saja, kita belum masuk ke tempat rekreasi dan koleksi binatang di Ribang kemambang.



Saya berkesempatan untuk memotret sedkit perubahan yang ada di jalan ini, karena dulunya jalan ini merupakan jalan bebatuan, dan sekarang merupakan jalan aspal yang sangat nyaman untuk dilewati.


Sebelum menyempatkan diri masuk kedalam tempat rekreasi dan kebun binatang saya  sedikit berputar mengelilingi danau kecil yang berada di area Ribang Kemambang


Saya disambut oleh satu keluarga kambing dan berusaha mengatakanan "SELALMAT DATANG"


Dulu yang saya tahu bebek ini bisa dinaiki untuk mengelilingi danau kecil 



Bila anda berjalan maka anda akan menemukan sa ngat banyak sampah dimana mana









Artikel akan saya lanjutkan ke bagian dua .